Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 27 April 2015

puisi arti kenyataan



Arti kenyataan
                                    Oleh:Ria Puspitasari


Titik-titik air jatuh dalam bumi
Begitu tak terlupa, tak terhindar
Sesayap telah menjatuhkan bulu-bulu halus
Mencoba memahami arti kenyataan
Jatuh dalam kelengahan

Kata yang terucap dari bibirmu
Terngiang, patah dalam hidup
Terdampar dalam pulau nan jauh
Sakit….
Inginku tarik,ku dorong dan ku caci
Bibirmu t’lah menggores hatiku
Cacian, hinaan t’lah ku trima

Pagi t’lah jadi arti kenyataan
Kau…aku…mereka dan semua
Jadi arti keterikatan
Tapi, semua t’lah hilang
Tertiup badai angin topan
Kini…..
Yang tersisa hanya sebuah tumpukan sampah
Tumpukan sampah yang tak punya manfaat

Hari esok menjadi kata ‘’move on’’
Perubahan dari diri ini
Terikat menjadi kerangka
Hanya ada lepas…lepas dan lepas
Pasti akan menjadi arti

Kini….
Kau dan aku t’lah kembali pada awal kehidupan
Aku kembali kedalam kerangkaku
Kau kembali pada kerangkamu
Meski aku dan kau tetap Satu
Tapi….
Kau t’lah terikat dalam kerangka lain
Ku jua t’lah memiliki kerangka lain
Ku jaga kerangkaku dan kau jaga kerangkamu
Kita pasti akan kembali lagi
Tapi jika tidak, akan ku jaga tumpukan sampahmu
Dan kau jaga tumpukan sampahku
Aku dan kamu tetap mempunyai tumpukan sampah yang berarti

cerita budhis



~Serakah pun hilang~
                                                                                                                          oleh: Ria Puspitasari

Disebuah hutan tinggalah dua ekor binatang, yaitu monyet dan kelinci. Pada suatu hari monyet dan kelinci ingin berjalan-jalan disekitar hutan untuk mencari makanan.
“Bagaimana kalau kita berjalan-jalan dihutan sambil mencari makan?” ujar monyet.
“Baiklah, tapi nanti bagaimana jik kita ditangkap oleh pemburu?” seru kelinci.
“Tidaklah kalaupun ditangkap kita kan bisa melarikan diri”.
“Ya sudah kalau begitu”.
Akhirnya monyet dan kelinci berjalan-jalan dihutan. Ternyata ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seekor babi.
“Heh kalian darimana? Dan apa itu yang kalian bawa?” Tanya babi dengan nada sinis.
“Kami berjalan-jalan sambil mencari makan, ini adalah makanan yang telah kami dapatkan” jawab kelinci.
“Kalian tidak boleh mencari makan disini, hutan ini milik ku jadi kalian dilarang mengambil makanan disini, bawa sini makanan nya” tarik babi.
Makanan yang telah dibawa oleh kelinci diambil paksa oleh babi.
“Sejak kapan hutan ini milik mu? Hutan ini milik semua binatang, jadi kita sebagai binatang harus saling berbagi kepada yang lainya, bawa sini makanan kami” ujar monyet.
“Tidak… ini milik ku, karena kalian telah mengambil makanan ini dari hutanku, jadi kalian harus menyerahkan makanan ini untuk ku”
“Bukan, ini milik ku, bawa sini makanan kami” seru monyet.
Akhirnya kedua nya berebut makanan tersebut, makanan yang diperebutkan tersebut jatuh kejurang, hingga keduanya merasa jengkel sekali.
“ini semua gara-gara kamu”. Kata babi
“Tidak, itu gara-gara kamu” jawab monyet.
Mereka saling menyalahkan satu sama lainya.
“Sudah kalian tidak perlu bertengkar…….”
Ucapan kelinci terpotong setelah ada seorang pemburu telah datang. Monyet dan kelinci segera melarikan diri dengan sekuat tenaga mereka, di belakang mereka ada seekor babi yang juga sedang berlari untuk menyelamatkan diri dari pemburu tersebut, tetapi kaki babi terjebak oleh tali yang dipasang oleh pemburu tersebut, sehingga babi ditangkap oleh pemburu itu.
“tolong…..tolong….tolong….aku ditangkap pemburu” terik babi meminta tolong.
“hahahha……akhirnya tertangkap juga kamu babi, kamu akan aku jadikan santapan ku untuk makan siang nanti” kata pemburu.
Dari kejauhan monyet dan juga kelinci mendengar jeritan minta tolong, kemudian monyet dan juga kelinci berhenti sebentar.
“Tunggu monyet, sepertinya ada suara meminta tolong” kata kelinci.
“Iya, seperti suara babi”
“Iya benar sekali, bagaimana kalau kita menolongnya” ajak kelinci
“Tidaklah, dia kan sudah jahat dengan kita, makanan kita saja telah dibuang ke jurang”
“Tapi, monyet makanan itu jatuh karena kamu dan juga babi berebut makanan itu sehingga makanan itu jatuh ke jurang”.
“Tapi, dia butuh pertolongan kita monyet, sudah selayaknya kita membantu dia”.
“Aku tetap tidak mau menolongnya, karena dia sudah jahat dengan kita”.
Monyet tetap bersikeras tidak mau membantu babi yang sedang ditangkap oleh seorang pemburu karena monyet menganggap apa yang telah dilakukan oleh babi sungguh sangat menyakiti monyet dan juga kelinci karena monyet merasa tidak suka dengan apa yang telah dilakukan oleh babi.
“ayolah monyet kita bantu babi, dia lagi membutuhkan bantuan kita sekarng ini, kalau tidak monyet bisa di jadikan santapan untuk pemburu itu” bujuk kelinci.
“Aku tetap tidak mau”.
“monyet, masak si kamu tidak mau membantu babi, padahal kebencian tidak akan pernah berakhir apabila dibalas dengan kebencian tetapi kebencian akan berakhir bila dibalas dengan cinta kasih”.
Setelah mendengar perkataan kelinci tersebut, hati monyet terbuka untuk membantu babi.
“Iya sudah kalu begitu aku akan ikut membantu babi”.
“akhirnya kamu mau juga membantu babi”.
Lalu monyet dan juga kelinci kembali lagi ke tempat dimana babi tersebut tertangkap.
“Itu dia babi, tapi dimana pemburunya” tunjuk monyet.
“mungkin pemburu sedang menyiapkan bahan-bahan untuk memasak babi”.
“ mari kita bebaskan babi”.
Monyet dan juga kelinci membebaskan babi tanpa sepengetahuan pemburu.
“Mari kita kabur dari tempat ini, disini tidak aman” ajak kelinci.
“Trima kasih monyet dan juga kamu kelinci yang telah membebaskan aku dari pemburu itu, walaupun aku telah jahat pada kalian tetapi kalian tetap mau membantu ku”.
“tidak apa-apa sudah selayaknya kita saling membantu satu sama lainya” jawab monyet.
Lalu mereka bertiga pergi dari tempat itu. Dan sekarng monyet, babi dan juga kelinci saling berteman, dan mereka hidup berbahagia.

Tamat

Pesan moral yang bisa diambil dari cerita ini adalah:
Janganlah bersikap serakah dengan apa yang tidak selayaknya kita miliki karena kita bisa dijauhi oleh teman-teman kita, dan selalu ingat ajaran sang Buddha untuk selalu mengikis Lobha, Dosa dan juga Moha agar hidup kita selalu berbahagia.

puisi pangeran kecilku

~Pangeran kecilku~
                                                                                                Oleh: Ria Puspitasari
Pangeran kecilku….
Awan gelap menyelimuti hati ini
Seakan tak percaya
Kau..aku harus terpisah
Mencoba untuk tetap yakin walau sulit
Matahari tak bersinar lagi
Walau matahari memancarkan sinarnya
Tetapi sinarnya terhalang oleh awan
Pangeran kecilku….
Sinar matahari untuk menyinari ala mini
Terhalang oleh awan-awan kecil itu
Matahari tidak bisa menyinari alam lagi
Walau matahari tetap berusaha bersinar
Tetapi…
Alam tak ingin matahari bersinar
Alam marah….
Matahari tlah lama tak bersinar
Pangeran kecilku….
Matahari tlah dapat bersinar lagi
Menyinari ala mini
Awan kecil itu tlah pergi….
Jauh tak akan kembali
Tetapi….
Alam tlah menemukan sinar lain
Alam marah….
Matahari tak kunjung datang
Alam tlah ada yang menyinari
Pangeran kecilku….
Matahari ingin menyinari alam lagi
Matahari membutuhkan alam ini
Alam…..
Matahari menyinari alam
Pangeran kecilku….
Matahari dan alam saling melengkapi
Matahari membutuhkan alam..
Matahari masih menyinari alam
Angin…..
Matahari dan alam bisa melengkapi
Kembali saling bersinar dan alam tak marah

puisi ketika cinta harus memilih

~Ketika cinta harus memilih~
Oleh: Ria Puspitasari
Terselubung…..
Menguak dalam hati
Rasa cinta yang besar bak piramida
Membuatku harus memilih
Ketika banyak rasa gelisah
Pikiran tak menentu
Menjauh……..
Banyak rasa terselip dalam kalbu
Mencoba tuk rela melepas
Cinta……..
Lima kata menyejukkan jiwa
Bernaug dalam kalbu nan indah
Gejolak asmara merorong
Cinta…..
Kau hadir dengan sejuta makna
Menyelimuti kalbu nan penuh gejolak
Nan jauh disana tersimpan sejuta rasa
Menyelimuti kalbu nan indah
Tak mampu terucap pun tak bisa
Membisu bak batu karang dilautan
Terngiang, jeritan-jeritan dalam kalbu
Mencoba tuk rela melepas….
Hnya ada kata lepas…lepas..dan lepas
Ketika cinta harus memilih
Nan jauh disana terdapat nada-nada indah
Tak dapat didengar
Ketika tak dapat mendekat dan melepas cinta
Lepas…..
Agar kau dapat dengar nada indah itu
Biarkan ku melihatmu mendengar nada itu
Menguak dalam hati
Mencoba tuk yakin dan rela
Cinta…..
Membungkam rasa dalam kalbu
Membuat membisu tak sanggup berkata
Hanya mampu tuk tersenyum
Nan jauh disana kau akan indah
Tanpa prlu mendekatku kau akan indah
Nan jauh disana terdapat nada yang menyejukkan hati
Aku..kau harus pergi
Ketika cinta harus memilih