Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 27 April 2015

puisi arti kenyataan



Arti kenyataan
                                    Oleh:Ria Puspitasari


Titik-titik air jatuh dalam bumi
Begitu tak terlupa, tak terhindar
Sesayap telah menjatuhkan bulu-bulu halus
Mencoba memahami arti kenyataan
Jatuh dalam kelengahan

Kata yang terucap dari bibirmu
Terngiang, patah dalam hidup
Terdampar dalam pulau nan jauh
Sakit….
Inginku tarik,ku dorong dan ku caci
Bibirmu t’lah menggores hatiku
Cacian, hinaan t’lah ku trima

Pagi t’lah jadi arti kenyataan
Kau…aku…mereka dan semua
Jadi arti keterikatan
Tapi, semua t’lah hilang
Tertiup badai angin topan
Kini…..
Yang tersisa hanya sebuah tumpukan sampah
Tumpukan sampah yang tak punya manfaat

Hari esok menjadi kata ‘’move on’’
Perubahan dari diri ini
Terikat menjadi kerangka
Hanya ada lepas…lepas dan lepas
Pasti akan menjadi arti

Kini….
Kau dan aku t’lah kembali pada awal kehidupan
Aku kembali kedalam kerangkaku
Kau kembali pada kerangkamu
Meski aku dan kau tetap Satu
Tapi….
Kau t’lah terikat dalam kerangka lain
Ku jua t’lah memiliki kerangka lain
Ku jaga kerangkaku dan kau jaga kerangkamu
Kita pasti akan kembali lagi
Tapi jika tidak, akan ku jaga tumpukan sampahmu
Dan kau jaga tumpukan sampahku
Aku dan kamu tetap mempunyai tumpukan sampah yang berarti

Tidak ada komentar:

Posting Komentar