Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 28 Juni 2015

perkembangan inti dalam delapan periode rentang kehidupan



PERKEMBANGAN INTI DALAM DELAPAN PERIODE RENTANG KEHIDUPAN
Periode umur
Perkembangan Fisik
Perkembangan Kognitif
Perkembangan Psikososial
Bayi-3 Tahun
    1.      bayi saat lahir mulai meningkatkan semua sensor dan fungsi sistem tubuh yang dimilikinya. 
    2.      otak bertumbuh dalam hal kompleksitas dan sangat sensitive terhadap pengaruh lingkungan.
     3.      perkembangan keterampilan motorik juga akan terlihat sangat cepat,
      1)      pada minggu pertama bayi akan mampu belajar dan mengingat sesuatu yang telah ada,
      2)       ia mulai mampu menggunakan simbol dan dapat memecahkan masalah di akhir tahun kedua.
     3)      perkembangan terjadi cukup cepat dalam hal pemahaman dan penggunaan bahasa.
     1.      bayi mulai terikat kepada orangtua dan orang lain.
     2.       kesadaran dirinya juga mulai terbentuk, terjadi peralihan dari ketergantungan kepada otonomi.
     3.       terjadi peningkatan terhadap ketertarikan pada anak-anak lain.

3-6 tahun
      1)      pertumbuhan anak-anak berlangsung dengan kecepatan stabil.
     2)      penampilan menjadi lebih langsing, dan proposirnya makin menyerupai orang dewasa,
     3)      selera makan menghilang dan akan mengalami kesulitan tidur.
     4)      keterampilan tangan mulai tampak dan semakin kuat dalam keterampilan motorik halus dan mendasar,
     1.      anak-anak mulai masuk pada tahap pemikiran egosentris akan tetapi pemahamannya terhadap perspektif orang lain akan semakin meningkat.
     2.      terjadi ketidak-matangan kognitif yang mengarah pada ide yang tidak logis tentang dunia dan peningkatan pada ingatan dan bahasa,
     3.      kecerdasan menjadi lebih mudah diprediksi, dan merupakan hal biasa untuk masuk pre-school terlebih lagi taman kanak-kanak.
      1)      konsep diri dan pemahaman anak-anak terhadap emosi mulai tumbuh dan ada penghargaan terhadap diri sendiri.
     2)      terjadi peningkatan pada inisiatif, independen, dan kontrol diri, identitas gender dibangun,
       3)      permainan menjadi lebih imajinatif dan lebih sosial, serta hal yang akan biasa muncul adalah kebersamaan, agresi, dan rasa takut.
6-11 tahun
     1.      pertumbuhan melambat, terjadi peningkatan kekuatan dan keterampilan
atletis, hal yang biasa terjadi adalah sakit
saluran pernapasan akan tetapi secara umum tingkat kesehatannya terbaik dibandingkan dengan periode umur lain.
    1)      egosentrisme mulai menghilang dan anak-anak mulai berpikir logis namun konkrit.
     2)      terjadi peningkatan terhadap kemampuan daya ingat dan kemampuan berbahasa,
keunggulan kognitif memungkinkan anak mendapatkan keuntungan dari sekolah formal.
     1.      konsep diri anak-anak usia ini menjadi lebih kompleks dan lebih memengaruhi kepercayaan diri, ada pengaturan bersama yang merefleksikan perubahan gradual dalam kontrol orangtua
kepada anak-anak, dan hal yang menjadi penting bagi anak-anak adalah teman sebaya.
11-20 tahun
·         pertumbuhan dan perubahan lainnnya akan berlangsung cepat dan intens.
·         terjadi kematangan organ reproduksi, dan mulai berrisiko kesehatan yang bersumber dari isu perilaku
·         contohnya penyimpangan pola makan
·         ada perkembangan kemampuan berpikir secara abstrak dan menggunakan alasan ilmiah.
·          pemikiran yang kurang dewasa akan terus berlangsung dalam sikap dan perilaku tertentu.
·         pendidikan difokuskan pada persiapan memasuki universitas atau bekerja,
·         anak remaja mulai mencari identitas termasuk identitas seksual menjadi isu sentral, secara umum hubungan dengan orangtua berlangsung baik, dan kelompok sebaya membantu mengembangkan dan menguji konsep diri tetapi juga dapat menimbulkan pengaruh antisosial.
20-40 tahun
      ü  penurunan pertumbuhan.
     ü  Peningkatan lemak tubuh.
     ü  Kurang aktivitas fisi        k.
     ü  kemampuan kognitif       dan penilaian moral individu diasumsikan lebih kompleks
ü   ada pilihan pendidikan serta karir yang dibuat
ü  sifat dan gaya kepribadian relatif stabil akan tetapi perubahan kepribadian akan mungkin terjadi akibat umur dan peristiwa hidup.
ü  individu mulai mampu membuat keputusan tentang hubungan yang lebih intim dan gaya hidup personal.
ü  serta sebagian besar orang dewasa awal akan masuk dalam pernikahan dan sebagian besar menjadi orangtua.
40-65 tahun
o   terjadi penurunan dalam hal sensoris, kesehatan, stamina, dan keterampilan, wanita akan mengalami menopause
o   sebagian besar kemampuan mental dasar melemah.
o    terjadi peningkatan kepakaran dan kepraktisan pemecahan masalah.
o   terjadi penurunan terhadap pengeluaran kreativitas akan tetapi ada peningkatan yang terjadi dalam hal kualitasnya, bagi sebagian orang, kesuksesan karir dan pemasukan secara finansial akan mencapai puncak, namun bagi yang lain, penderitaan memuncak dan perubahan karir mungkin saja terjadi.
o   rasa identitas akan terus berkembang dan terjadi stres akibat transisi paruh baya.
o    ada tanggung jawab ganda yang dapat menimbulkan stres yakni anak dan orangtua, serta perginya anak telah meninggalkan “sarang yang kosong”.
65 tahun-...
v  sebagian besar berada dalam kondisi sehat dan aktif, walaupun kesehatan dan kemampuan fisik menurun hingga tingkat tertentu.
v  terjadi keterlambatan dalam berreaksi yang dapat memengaruhi beberapa aspek fungsi.
v  Kulit keriput
* Rambut dan kehilangan gigi.
* Sensory cacat
Lanjutan penurunan ketinggian.
Membungkuk dari bahu dan punggung.
* Kekakuan pada persendian.
* Penurunan nada dan daya tahan otot
* Gerakan melambat.
sistem peredaran darah melambat.
v  sebagian besar orang di usia ini waspada secara mental
v  terjadi penurunan pada beberapa area seperti kecerdasan dan daya ingat, akan tetapi sebagian besar orang akan menemukan jalan untuk mengkompensasikannya
v  pensiun dari pekerjaan mungkin menawarkan pilihan baru dalam memanfaatkan waktu.
v  individu lansia juga harus menghadapi kehilangan personal dan kematan, hubungan dengan keluarga dan teman dekat dapat memberikan dukungan yang penting, dan pencarian terhadap makna hidup menjadi hal yang sangat penting.

Rabu, 24 Juni 2015

resensi buku



RESENSI BUKU
Identitas buku
Judul buku          : Etika Profesi Keguruan
Penulis                : Ondi Saondi, M.Pd. dan Drs. Aris Suherman, M.Pd.
Penerbit              : PT Refika Aditama
Tahun                 : 2010
Ukuran               : Lebar Buku : 15, 4 cm
     Tinggi Buku: 23, 8 cm
Tebal                  : 176 halaman
ISBN                 : 978-602-8650-14-4
Harga buku        : Rp34.000,00

Pendidikan pada hakikatnya adalah usaha membudayakan manusia atau memanusiakan manusia, pendidikan amat strategis untuk mencerdaskan kehidupan bangsa dan diperlukan guna meningkatkan mutu bangsa secara menyeluruh. Dalam hal ini, guru merupakan ujung tombak, guru dituntut untuk memiliki kemampuan dasar yang diperlukan sebagai pendidik, pembimbing dan pengajar dimana kemampuan tersebut tercermin pada kompetensi guru. Berkualitas tidaknya proses pendidikan sangat tergantung pada kreativitas dan inovasi yang dimiliki guru. Guru yang merupakan faktor sangat dominan dan paling penting dalam pendidikan formal pada umumnya karena bagi siswa guru sering dijadikan tokoh teladan bahkan menjadi tokoh identifikasi diri. Disekolah, guru merupakan unsur yang sangat mempengaruhi tercapainya tujuan pendidikan selain unsur murid dan failitas lainya. Keberhasilan penyelenggaraan pendidikan sangat ditentukan kesiapan guru dalam mempersiapkan peserta didiknya melalui kegiatan belajar mengajar. Namun demikian, posisi strategis guru untuk meningkatkan mutu hasil pendidikan sangat dipengaruhi oleh kemampuan profesional guru dan mutu kinerjanya. Guru dituntut memiliki kinerja yang mampu memberikan dan merealisasikan harapan dan keinginan semua pihak, terutama masyarakat umum yang telah mempercayai sekolah dan guru dalam membina anak didiknya. Dalam meraih mutu pendidikan yang baik sangat dipengaruhi oleh kinerja guru dalam melaksanakan tugasnya sehingga kinerja guru menjadi tuntutan penting untuk mencapai keberhasilan pendidikan. Secara umum mutu pendidikan yang baik menjadi tolak ukur bagi keberhasilan kinerja yang ditunjukan guru. Meskipun banyak dilemma, faktor-faktor yang mempengaruhi kinerja guru dipandang perlu untuk dipelajari, ditelaah dan dikaji secara mendalam agar dapat memberikan gambaran yang jelas faktor yang lebih berperan dan urgen yang mempengaruhi kinerja guru. Demikianlah buku ini diharapkan jadi sebuah upaya kecil memfasilitasi hal-hal tersebut diatas.
Kelebihan Buku:
            1.       Buku ini memberikan pengetahuan yang cukup baik serta mudah untuk dipahami
            2.       Dilengkapi dengan berbagai pengetahuan tentang kinerja guru
            3.       Buku ini menarik untuk dibaca
            4.       Ringan dan mudah untuk dibawa kemana-mana
            5.       Dengan buku ini kita bisa mengetahui tolak ukur seorang guru yang profesional
            6.       Harganya pun terjangkau
Kekurangan Buku:
           1.       Ada sebagian kalimat yang sulit dipahami dan dimengerti
         2.      Dalam buku ini kurang lengkap karena tidak ada tebal dan juga lebar buku sehingga untuk   membuat resensi harus menghitung ataupun mengukurnya sendiri
           3.       Kurang catatan kaki sehingga sulit dimengerti oleh orang lain
Profil penulis:
Ondi Saondi lahir dikuningan 4 januari 1976. Pendidikan tingginya meliputi: S-1 Program Studi Pendidikan Matematika FKIP UNSWAGATI Cirebon (1998), S-2 Magister Administrasi Pendidikan Konsentrasi Sistem Informasi Manajemen universitas Prof. DR. HAMKA Jakarta (2002). Karirnya didunia pendidikannya dimulai dengan menjadi guru UPTD SMP Negeri 1 Cilebak Kuningan tahun 2000-sekarang. Sejak tahun 2001 memberikan kuliah pada pada program studi pendidikan Ekonomi FKIP Universitas Kuningan untuk mata kuliah matematika ekonomi, stastistik 1, statistic 2 dan SIM. Mengajar pula di fakultas ilmu komputer UNIKA sampai tahun 2006 untuk mata kuliah aljabar linear, aljabar vector dan matrik, statistic, matematika diskrit, metoda numeric, kalkulus 1, kalkulus 2, logika informatika, serta teori bahasa dan otomata. Mulai September 2008 membina mata kuliah teori himpunan dan Matematika Diskrit pada program studi matematika STAIN Cirebon. Penulis sangat produktif menulis buku bidang eksakta maupun manajemen pendidikan.
Aris Suherman dilahirkan pada 19 oktober 1960 di Kuningan. Lulus S-1 PAI IAIN Bandung tahun 1999 dan S-2 pendidikan IPS tahun 2002. Sekretaris Jurusan Tarbiyah STAIN Cirebon (2006-sekarang). Salah satu karya tulisnya yaitu Kearah perspektif Baru Pendidikan (2001). Ia juga sebagai ketua DPC MAI Kabupaten Kuningan, Ketua Gabungan kelompok Tani.