Wikipedia

Hasil penelusuran

Senin, 27 April 2015

cerita budhis



~Serakah pun hilang~
                                                                                                                          oleh: Ria Puspitasari

Disebuah hutan tinggalah dua ekor binatang, yaitu monyet dan kelinci. Pada suatu hari monyet dan kelinci ingin berjalan-jalan disekitar hutan untuk mencari makanan.
“Bagaimana kalau kita berjalan-jalan dihutan sambil mencari makan?” ujar monyet.
“Baiklah, tapi nanti bagaimana jik kita ditangkap oleh pemburu?” seru kelinci.
“Tidaklah kalaupun ditangkap kita kan bisa melarikan diri”.
“Ya sudah kalau begitu”.
Akhirnya monyet dan kelinci berjalan-jalan dihutan. Ternyata ditengah perjalanan mereka bertemu dengan seekor babi.
“Heh kalian darimana? Dan apa itu yang kalian bawa?” Tanya babi dengan nada sinis.
“Kami berjalan-jalan sambil mencari makan, ini adalah makanan yang telah kami dapatkan” jawab kelinci.
“Kalian tidak boleh mencari makan disini, hutan ini milik ku jadi kalian dilarang mengambil makanan disini, bawa sini makanan nya” tarik babi.
Makanan yang telah dibawa oleh kelinci diambil paksa oleh babi.
“Sejak kapan hutan ini milik mu? Hutan ini milik semua binatang, jadi kita sebagai binatang harus saling berbagi kepada yang lainya, bawa sini makanan kami” ujar monyet.
“Tidak… ini milik ku, karena kalian telah mengambil makanan ini dari hutanku, jadi kalian harus menyerahkan makanan ini untuk ku”
“Bukan, ini milik ku, bawa sini makanan kami” seru monyet.
Akhirnya kedua nya berebut makanan tersebut, makanan yang diperebutkan tersebut jatuh kejurang, hingga keduanya merasa jengkel sekali.
“ini semua gara-gara kamu”. Kata babi
“Tidak, itu gara-gara kamu” jawab monyet.
Mereka saling menyalahkan satu sama lainya.
“Sudah kalian tidak perlu bertengkar…….”
Ucapan kelinci terpotong setelah ada seorang pemburu telah datang. Monyet dan kelinci segera melarikan diri dengan sekuat tenaga mereka, di belakang mereka ada seekor babi yang juga sedang berlari untuk menyelamatkan diri dari pemburu tersebut, tetapi kaki babi terjebak oleh tali yang dipasang oleh pemburu tersebut, sehingga babi ditangkap oleh pemburu itu.
“tolong…..tolong….tolong….aku ditangkap pemburu” terik babi meminta tolong.
“hahahha……akhirnya tertangkap juga kamu babi, kamu akan aku jadikan santapan ku untuk makan siang nanti” kata pemburu.
Dari kejauhan monyet dan juga kelinci mendengar jeritan minta tolong, kemudian monyet dan juga kelinci berhenti sebentar.
“Tunggu monyet, sepertinya ada suara meminta tolong” kata kelinci.
“Iya, seperti suara babi”
“Iya benar sekali, bagaimana kalau kita menolongnya” ajak kelinci
“Tidaklah, dia kan sudah jahat dengan kita, makanan kita saja telah dibuang ke jurang”
“Tapi, monyet makanan itu jatuh karena kamu dan juga babi berebut makanan itu sehingga makanan itu jatuh ke jurang”.
“Tapi, dia butuh pertolongan kita monyet, sudah selayaknya kita membantu dia”.
“Aku tetap tidak mau menolongnya, karena dia sudah jahat dengan kita”.
Monyet tetap bersikeras tidak mau membantu babi yang sedang ditangkap oleh seorang pemburu karena monyet menganggap apa yang telah dilakukan oleh babi sungguh sangat menyakiti monyet dan juga kelinci karena monyet merasa tidak suka dengan apa yang telah dilakukan oleh babi.
“ayolah monyet kita bantu babi, dia lagi membutuhkan bantuan kita sekarng ini, kalau tidak monyet bisa di jadikan santapan untuk pemburu itu” bujuk kelinci.
“Aku tetap tidak mau”.
“monyet, masak si kamu tidak mau membantu babi, padahal kebencian tidak akan pernah berakhir apabila dibalas dengan kebencian tetapi kebencian akan berakhir bila dibalas dengan cinta kasih”.
Setelah mendengar perkataan kelinci tersebut, hati monyet terbuka untuk membantu babi.
“Iya sudah kalu begitu aku akan ikut membantu babi”.
“akhirnya kamu mau juga membantu babi”.
Lalu monyet dan juga kelinci kembali lagi ke tempat dimana babi tersebut tertangkap.
“Itu dia babi, tapi dimana pemburunya” tunjuk monyet.
“mungkin pemburu sedang menyiapkan bahan-bahan untuk memasak babi”.
“ mari kita bebaskan babi”.
Monyet dan juga kelinci membebaskan babi tanpa sepengetahuan pemburu.
“Mari kita kabur dari tempat ini, disini tidak aman” ajak kelinci.
“Trima kasih monyet dan juga kamu kelinci yang telah membebaskan aku dari pemburu itu, walaupun aku telah jahat pada kalian tetapi kalian tetap mau membantu ku”.
“tidak apa-apa sudah selayaknya kita saling membantu satu sama lainya” jawab monyet.
Lalu mereka bertiga pergi dari tempat itu. Dan sekarng monyet, babi dan juga kelinci saling berteman, dan mereka hidup berbahagia.

Tamat

Pesan moral yang bisa diambil dari cerita ini adalah:
Janganlah bersikap serakah dengan apa yang tidak selayaknya kita miliki karena kita bisa dijauhi oleh teman-teman kita, dan selalu ingat ajaran sang Buddha untuk selalu mengikis Lobha, Dosa dan juga Moha agar hidup kita selalu berbahagia.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar