~Serakah
pun hilang~
oleh: Ria Puspitasari
Disebuah
hutan tinggalah dua ekor binatang, yaitu monyet dan kelinci. Pada suatu hari
monyet dan kelinci ingin berjalan-jalan disekitar hutan untuk mencari makanan.
“Bagaimana
kalau kita berjalan-jalan dihutan sambil mencari makan?” ujar monyet.
“Baiklah,
tapi nanti bagaimana jik kita ditangkap oleh pemburu?” seru kelinci.
“Tidaklah
kalaupun ditangkap kita kan bisa melarikan diri”.
“Ya
sudah kalau begitu”.
Akhirnya
monyet dan kelinci berjalan-jalan dihutan. Ternyata ditengah perjalanan mereka
bertemu dengan seekor babi.
“Heh
kalian darimana? Dan apa itu yang kalian bawa?” Tanya babi dengan nada sinis.
“Kami
berjalan-jalan sambil mencari makan, ini adalah makanan yang telah kami
dapatkan” jawab kelinci.
“Kalian
tidak boleh mencari makan disini, hutan ini milik ku jadi kalian dilarang
mengambil makanan disini, bawa sini makanan nya” tarik babi.
Makanan
yang telah dibawa oleh kelinci diambil paksa oleh babi.
“Sejak
kapan hutan ini milik mu? Hutan ini milik semua binatang, jadi kita sebagai
binatang harus saling berbagi kepada yang lainya, bawa sini makanan kami” ujar
monyet.
“Tidak…
ini milik ku, karena kalian telah mengambil makanan ini dari hutanku, jadi
kalian harus menyerahkan makanan ini untuk ku”
“Bukan,
ini milik ku, bawa sini makanan kami” seru monyet.
Akhirnya
kedua nya berebut makanan tersebut, makanan yang diperebutkan tersebut jatuh
kejurang, hingga keduanya merasa jengkel sekali.
“ini
semua gara-gara kamu”. Kata babi
“Tidak,
itu gara-gara kamu” jawab monyet.
Mereka
saling menyalahkan satu sama lainya.
“Sudah
kalian tidak perlu bertengkar…….”
Ucapan
kelinci terpotong setelah ada seorang pemburu telah datang. Monyet dan kelinci
segera melarikan diri dengan sekuat tenaga mereka, di belakang mereka ada
seekor babi yang juga sedang berlari untuk menyelamatkan diri dari pemburu
tersebut, tetapi kaki babi terjebak oleh tali yang dipasang oleh pemburu
tersebut, sehingga babi ditangkap oleh pemburu itu.
“tolong…..tolong….tolong….aku
ditangkap pemburu” terik babi meminta tolong.
“hahahha……akhirnya
tertangkap juga kamu babi, kamu akan aku jadikan santapan ku untuk makan siang
nanti” kata pemburu.
Dari
kejauhan monyet dan juga kelinci mendengar jeritan minta tolong, kemudian
monyet dan juga kelinci berhenti sebentar.
“Tunggu
monyet, sepertinya ada suara meminta tolong” kata kelinci.
“Iya,
seperti suara babi”
“Iya
benar sekali, bagaimana kalau kita menolongnya” ajak kelinci
“Tidaklah,
dia kan sudah jahat dengan kita, makanan kita saja telah dibuang ke jurang”
“Tapi,
monyet makanan itu jatuh karena kamu dan juga babi berebut makanan itu sehingga
makanan itu jatuh ke jurang”.
“Tapi,
dia butuh pertolongan kita monyet, sudah selayaknya kita membantu dia”.
“Aku
tetap tidak mau menolongnya, karena dia sudah jahat dengan kita”.
Monyet
tetap bersikeras tidak mau membantu babi yang sedang ditangkap oleh seorang
pemburu karena monyet menganggap apa yang telah dilakukan oleh babi sungguh
sangat menyakiti monyet dan juga kelinci karena monyet merasa tidak suka dengan
apa yang telah dilakukan oleh babi.
“ayolah
monyet kita bantu babi, dia lagi membutuhkan bantuan kita sekarng ini, kalau
tidak monyet bisa di jadikan santapan untuk pemburu itu” bujuk kelinci.
“Aku
tetap tidak mau”.
“monyet,
masak si kamu tidak mau membantu babi, padahal kebencian tidak akan pernah
berakhir apabila dibalas dengan kebencian tetapi kebencian akan berakhir bila
dibalas dengan cinta kasih”.
Setelah
mendengar perkataan kelinci tersebut, hati monyet terbuka untuk membantu babi.
“Iya
sudah kalu begitu aku akan ikut membantu babi”.
“akhirnya
kamu mau juga membantu babi”.
Lalu
monyet dan juga kelinci kembali lagi ke tempat dimana babi tersebut tertangkap.
“Itu
dia babi, tapi dimana pemburunya” tunjuk monyet.
“mungkin
pemburu sedang menyiapkan bahan-bahan untuk memasak babi”.
“
mari kita bebaskan babi”.
Monyet
dan juga kelinci membebaskan babi tanpa sepengetahuan pemburu.
“Mari
kita kabur dari tempat ini, disini tidak aman” ajak kelinci.
“Trima
kasih monyet dan juga kamu kelinci yang telah membebaskan aku dari pemburu itu,
walaupun aku telah jahat pada kalian tetapi kalian tetap mau membantu ku”.
“tidak
apa-apa sudah selayaknya kita saling membantu satu sama lainya” jawab monyet.
Lalu
mereka bertiga pergi dari tempat itu. Dan sekarng monyet, babi dan juga kelinci
saling berteman, dan mereka hidup berbahagia.
Tamat
Pesan
moral yang bisa diambil dari cerita ini adalah:
Janganlah
bersikap serakah dengan apa yang tidak selayaknya kita miliki karena kita bisa
dijauhi oleh teman-teman kita, dan selalu ingat ajaran sang Buddha untuk selalu
mengikis Lobha, Dosa dan juga Moha agar hidup kita selalu berbahagia.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar