Wikipedia

Hasil penelusuran

Minggu, 27 September 2015

buih buih asmara



Buih-buih asmara
Mata memerah tak menentu
Lekungan-lekungan kecil dalam bola kecil
Buih-buih bersemburan tertampung dalam lekungan
Percikan-percikan buih tersembur
Mengalir…
Lekungan mulai membesar
Memberontak dalam relung
Terisak-isak dalam bibir nan indah

Mengalir…
Tangan mungil membawa kain tipis
Membendung buih-buih bersemburan
Ternganga menatap wajah nan cerah
Buih-buih tersembur dengan cepat
Berdiri dan menjulurkan lekungan kecil

Terangkat tangan mungil
Terayun-ayun tertarik dalam relung hati
Bibir mungil membuka menunjuk rongga
Single pun menjadi satu tak menentu
Rambut lembut, halus terurai dalam pundak
Menarik nafas panjang, kain tipis pun siap

Terluka ku karna belaian kasih mu
Buih-buih mengalir tak menentu
Bola kecil tertutup tak terlihat lagi oleh mu
Buih-buih asmara…
Bibir mungil mulai tersungging

1 komentar: