Teman ku adalah Ibu
ku
Beberapa kata tak mampu ku tulis dalam diary
Tersipu setiap letupan dari bibir nan indah
Membuat ku mengerti arti letupan yang ku kira menyakitkan
Aku menganggapmu seperti bidadari turun dari langit
Membuatku membuka bibir penuh arti
Oh … ternyata kau malaikat di hati
Teman ku adalah ibu ku
Mengerti setiap detak jantung yang berdetak tak menentu
Dikala awan meneteskan hujan tanpa sebab yang pasti
Di kau dating dengan payung membuka makna
Cruitan-cruitan burung mulai bernyanyi
Kau pun mulai mengerti
Disaat semua awan-awan gelap menyelimuti rembulan
Teman ku adalah ibu ku
Diary panjang tak perlu terlontar dalam sobekan-sobekan
kertas
Ku punya mu yang mengerti cruitan-cruitan hati
Tak perlu bersama awan-awan yang cerah
Bintang pun bisa mengerti
Tidak ada komentar:
Posting Komentar